Bulak Kapal: Kapan Ada Kapalnya?

BEKASI TIMUR – Bulak Kapal menjadi salah satu daerah di Bekasi yang cukup top. Daerah ini kini menjadi perlintasan penting. Gimana sejarahnya hingga disebut Bulak Kapal?

Dari pintu tol Bekasi Timur, Bulak Kapal menjadi perempatan menuju banyak lokasi, Terminal Bekasi di barat, Gabus di utara dan Tambun-Cikarang di Timur.

Banyak yang bertanya ke TopBekasi, di mana kapalnya hingga disebut Bulak Kapal.

Kapal terbang, turun dan naik di sini jauh sebelum masa kemerdekaan.

Bang @ali.anwar.3950 dalam tulisannya menyebutkan, Bulak Kapal adalah lapangan terbangnya Bekasi. Wow, Bekasi punya lapangan terbang? Ya dulu sekali.

Endra Kusnawan dalam blognya: wisatasejarahbekasi.blogspot.com menyebutkan, lapangan udara Bekasi ini dibangun bersamaan dengan dua lapangan terbang di Batavia.

Yakni, lapangan terbang Cililitan yang kini bernama Bandara Halim PK, atau jauh sebelum Bandara Kemayoran dibangun. Keduanya dibangun hampir bersamaan, awal 1920.

Bukti adanya lapangan udara di sini terkuak dari koleksi Perpusatakaan Universitas Leiden di Belanda.

Yakni berupa peta topografi wilayah Bekasi yang dibuat ulang oleh Topografische Dienst, Batavia tahun 1924.

Dalam peta terlihat simbol sejenis pesawat yang di dalam garis kotak warna merah dan tertulis Vliegsterrein Meester Cornelis dan Vliegsterrein Bekasi.

Vliegsterrein atau Vliegvelden merupakan Bahasa Belanda, yang artinya bandara atau lapangan udara.

Fungsi lapangan udara Bekasi sebagai hulu pelayanan surat pos udara dengan trayek Bekasi – Plered.

Jika Cililitan, lapangan udara yang memiliki hanggar, Bekasi lapangan udara darurat tanpa hanggar. Di Bekasi pesawat hanya berfungsi mengangkut atau menurunkan penumpang saja.

Jadi pada zaman itu masyarakat Bekasi biasa melihat pesawat-pesawat kecil seperti Fokker turun dan naik di sini.

Karena posisinya di sebuah lapangan besar lalu ada kapalnya, maka lapangan ini disebut dengan Bulak Kapal hingga saat ini.

Lapangan Udara Bulak Kapal melalui berbagai fungsi sejak zaman Belanda lalu Jepang hingga operasi perebutan Irian Barat dan penumpasan G-30S PKI.

Tahun 1970-an arena luas ini berganti rupa menjadi perumahan TNI-AU Jaladhapura. Dan kini, kapal terbang tak terlihat lagi mendarat di Bulak Kapal.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright TopBekasi.ID © All rights reserved. | CoverNews by AF themes.