Viral Ulah Debt Collector, Jika Berhadapan Cek 2 Hal Ini!

JAKARTA – Debt Collector yang mengepung seorang Babinsa di Jakarta Utara menjadi viral. Selain tidak menghormati aparat, aksi debt collector belakang kerap membuat resah masyarakat.

Kepolisian pun dengan tegas akan menindak aksi illegal para debt collector. Ditegaskan, tidak semua debt collector memiliki hak untuk mengambil alih kendaraan milik warga yang menunggak hutang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, debt collector dapat menarik kendaraan jika memiliki surat kuasa serta sertifikasi Profesi Penagihan Pembiayaan (SPPI) yang dikeluarkan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

“Kalau ada masyarakat yang kendaraannya ditarik paksa, lebih baik tanyakan terlebih dahulu mana surat kuasanya, mana SPPI nya, jika salah satu dari itu tidak ada, jangan berikan kendaraannya. Namun, kalau ditarik paksa, silakan laporkan ke pihak kepolisian,” ujar Yusri kepada wartawan, Selasa (11/5/2021) kemarin.

Lebih lanjut, menurut Yusri, penarikan kendaraan secara paksa tersebut biasanya disebut dengan Fidusia yang mengarah pada sebuah PT. Dimana, PT tersebut diharuskan memiliki karyawan yang kredibel dan mempunyai sertifikasi khusus.

“Minimal mereka punya surat kuasa dan SPPI,” sambung Yusri dikutip dari PMJNews.

Yusri pun menegaskan, jika ada kendaraan yang ditarik paksa tanpa menunjukan surat kuasa dan sertifikasi SPPI, maka sebaiknya jangan diberikan. Sebab, hal tersebut merupakan perilaku keliru dan debt collector yang melakukannya dapat dijerat hukuman pidana.

“Itu perbuatan yang salah dan harus diketahui serta menjadi pembelajaran dari masyarakat. Jika memang ada kasus seperti itu, kami akan tindak sesuai dengan unsur yang dipersangkakan dalam Pasal 335 dan 363 KUHP,” pungkasnya.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright TopBekasi.ID © All rights reserved. | CoverNews by AF themes.