Gedung Juang Tambun Nan Megah, Saksi Sejarah Bekasi yang Heroik

Gedung Juang Tambun. Foto: @mami.vitha

TAMBUN SELATAN – Gedung Juang Tambun direnovasi hingga megah dan menjadi Museum Bekasi. Gedung ini sudah ada sejak awal 1900. Sejak dibangun oleh tuan tanah, gedung ini selanjutnya menjadi saksi perjuangan Indonesia.

Gedung Juang Tambun berdiri dengan megah dengan gaya neo klasik yang indah. Gedung ini awalnya milik keluarga tuan tanah yang mendapat kuasa Belanda mengelola wilayah Tambun.

Baba bangsawan bernama Khouw Tjeng Kee, Luitenant der Chinezen yang membangunnya dua tahap sejak 1906 dan selesai 1910 dan tahap kedua selesai 1925.

Setelah Tjeng Kee meninggal, tanah partikelir maupun Landhuis Tamboen jatuh ke tangan putranya Khouw Oen Hoei.

Baca Juga: Para Pengemar Bebek! Ini Dia Top 8 Nasi Bebek di Bekasi

Kekuasaan bangsawan Tionghoa ini berakhir dengan kedatangan Jepang yang menyitanya tahun 1942. Gedung ini dimanfaatkan tentara Jepang untuk kepentingannya di Batavia dan sekitarnya.

Pada masa kemerdekaan, Gedung Juang dijadikan kantor Kabupaten Jatinegara. Gedung tinggi, nama lainnya juga dijadikan tempat pertahanan dan pusat komando dalam mempertahankan kemerdekaan.

Tahun 1947, pasukan Belanda sempat menguasai gedung ini lewat perang di Bekasi. Tahun 1949, pejuang Indonesia kembali merebutnya.

Baca Juga: Top 10 Nasi Uduk Betawi di Bekasi, Semurnya Jangan Lupa!

Setelah kembalinya kekuasan RI dari Belanda di ujung 1949, Gedung juang dimanfaatkan untuk banyak keperluan kantor dinas, khususnya Bekasi. Awalnya, tahun 1950 Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bekasi menempati gedung ini serta dinas lainnya hingga akhir 1982.

Lalu TNI AD Batalyon Kian Santang juga pernah bermarkas di sini. Lainnya adalah DPRD Sementara, DPRD Tk. II Bekasi dan DPRD-GR hingga tahun 1960. Pada 1965 dijadikan tempat tahanan politik PKI.

Akademi Pembangunan Desa (APD) juga pernah menggunakan Gedung juang Tambun sebagai kampusnya sebelum pindah ke gedung sekarang yang jadi Unisma 45 Bekasi.

Baca Juga: 4 Pantai Keceh, Bikin Muara Gembong Top

Tahun 1999, gedung ini pernah juga menjadi kantor sekretariat Pemilu dan Dinas Kebersihan serta Pertamanan hingga Kantor Pemadam Kebakaran.

Tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Bekasi memugar Gedung Juang dan menjadikannya Sebagai museum dan pusat kebudayaan daerah setempat. Alhamdulillah, bangunan bersejarah ini bisa dinikmati masyarakat sekaligus menyaksikan lintasan sejarah dan budaya Bekasi di sini.

Mimi Vitha

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright TopBekasi.ID © All rights reserved. | CoverNews by AF themes.