Unik dan Bersejarah, Ini 3 Top Jembatan di Bekasi yang Wajib Dikunjungi

BEKASI – Ada 3 jembatan di Bekasi yang sedang viral dan wajib dikunjungi. Ketiganya punya sejarah yang khas dan unik. Dengan nuansa alam yang asri dan cantik, destinasi wisata gratis ini bisa disambangi untuk dijadikan lokasi berswafoto bersama keluarga atau teman-teman…

Jembatan dalam bahasa Sunda atau orang-orang Bekasi menyebutnya Sasak, adalah alat penyeberangan yang dibangun diatas aliran sungai agar dapat diseberangi. Di wilayah Bekasi sendiri banyak jembatan yang dibangun oleh warga yang bermukim di pinggiran sungai guna memperlancar akses. Ada 3 jembatan yang sudah sangat dikenal bahkan viral sehingga banyak dikunjungi sebagai tempat wisata gratis.

Jembatan Mendu

Jembatan yang terbuat dari bambu Gajah Bungbung ini adalah jembatan tertua yang ada di Bekasi. Bayangkan saja usianya sudah lebih dari 100 tahun. Menurut pengelola yang juga cicit dari Mendu, bin Baiman, warga Ciangsana yang telah membangun jembatan yang ada tepat di perbatasan anatar Ciangsana (Bogor) dengan Jatirangga (Bekasi) ini.

Baca juga: http://https://topbekasi.id/2021/05/21/para-pengemar-bebek-ini-dia-top-8-nasi-bebek-di-bekasi/

Jembatan yang penuh histori ini telah menjadi salah satu wisata gratis bagi warga Cibubur, Bekasi dan Kab. Bogor. Jembatan ini menawarkan suasana alam yang masih asri da jajanan khas yang dijual oleh cucu dan cicit Mendu dari beberapa generasi. Tak heran, jika di waktu wiken banyak pehobi gowes sepeda yang menyambangi jembatan Mendu.

Kehadiran para pegowes yang berasal dari komunitas sepeda di seputar Kota Bekasi dan Cibubur itu biasanya tidak sekedar melepas lelah saja, namun juga menikmati jajanan khas jembatan Mendu, yaitu Tape Uli dan Bajigur. Lokasi yang strategis, indah dan nyaman membuat para pengunjung rela berlama-lama di tempat ini.

Beberapa tahun lalu, karena bambu yang dipakai sudah tidak layak dan rapuh, serta bahan baku bambu Gajah juga sudah susah didapat, maka Pemerintah meremajakan jembatan Mendu dengan membuat jembatan baru berbahan besi. Menurut informasi dari cicit Mendu yang berjualan Tape Uli di lokasi itu, setiap setahun sekali, jembatan bambu masih mendapatkan perawatan dari pengelola yang dibantu swadaya dari warga sekitar.

Jembatan yang penuh sejarah dan budaya ini layak dikunjungi dan dijaga serta dilestarikan. Suasana alam yang masih asri bisa dijadikan oleh wisatawan atau pengunjung untuk sekedar foto selfie, makan Tape Uli dan minum Bajigur, ataupun beristirahat sehari penuh.

Baca juga: http://https://topbekasi.id/2021/05/31/gedung-juang-tambun-nan-megah-saksi-sejarah-bekasi-yang-heroik/

Jembatan Pelangi Engkong Siroj

Masih di sekitar Jl. Raya Bojong Kulur dan Jatiasih, tepatnya di Kampung Bojongsari, Jatiasih, ada jembatan lainnya, yakni Jembatan Pelangi Engkong Siroj atau dikenal dengan nama Jembatan Gantung Pelangi Sirojul. Jembatan yang melintasi sungai Cikeas ini menghubungkan wilayah Bojong Kulur dan Jatisari.

Jembatan yang dibangun tahun 1990-an ini awalnya dibuat dari bambu. Dikarenakan banjir besar yang pernah melanda sungai Cikeas, jembatan ini direnovasi jadi jembatan gantung yang terbuat dari besi baja dengan baluran warna-warni sehingga membuat daya tarik yang pengendara notor atau warga yang melintas. Lokasinya yang berada di pedalaman kampung yang asri memberikan sensasi berbeda dan jauh dari hiruk pikuk padatnya Kota Bekasi.

Jembatan Pelangi dibangun oleh Engkong Sirojuddin bin Noang, salah satu tokoh masyarakat sekaligus pendiri Pondok Pesantren Sirojul Munir, oleh karena itu jembatan Pelang dibelakangnya diembeli nama Engkong Siroj agar penggunanya selalu mengingat Engkong Siroj yang sudah membuatnya untuk kepentingan warga.

Sebagai rute alternatif, Jembatan Pelangi Engkong Siroj kerap dilalui para pemotor yang datang dari Bojong Kulur menuju Jatisari atau sebaliknya. Terkadang, jembatan yang punya kelir warna-warni ini juga kerap dijadikan sebagai tempat berswafoto. Terlebh tidak ada biaya sepeser pun yang dipungut jika berfoto-foto di jembatan ini.

Sasak Mare

Dari Bekasi Kota, kita beralih ke Kabupaten Bekasi, disini juga ada jembatan atau sasak yang lagi viral di media sosial. Yaitu sasak Mare, yaitu jembatan yang berada di Desa Cisaat, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Jembatan ini menawarkan pemandangan alami dengan sawah hijau di sekelilingnya. Dengan baluran warna-warni, sasak Mare juga menjadi salah satu tujuan untuk dikunjungi para pegowes.

Berawal dari warna hijau, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Karang Taruna Desa Kertarahayu berkolaborasi menata potensi pariwisata local tersebut dengan mengganti warna dan mempercantik jembatan. Layaknya pelangi, warna hijau pun berganti dengan tujuh warna lainnya. Warna-warni inilah yang kian menghipnotis wisatawan untuk berkunjung ke sasak Mare.

Foto : Facebook Sasak Mare

Sasak Mare adalah alat penghubung antara Kecamatan Setu dan Kecamatan Serang Baru.  Secara fungsi memang untuk mobilitas penduduk, namun sekarang banyak dikunjungi masyarakat umum dari luar daerah Setu, khususnya para pesepeda yang suka dengan jalur ini. Awalnya, jembatan gantung ini terbuat dari bambu. Pada tahun 2015 lalu, jembatan ini direnovasi sehingga bisa dilalui premotor.

Seiring  berjalan waktu,  sasak Mare mulai dikenal luas,  bahkan menjadi surga tersendiri bagi para pesepeda. Jik melalui Kertarahayu, untuk pesepeda yang akan menuju sasak Mare akan disuguhi hijaunya hamparan sawah yang menyedapkan mata. Amazing! (TR/TB)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright TopBekasi.ID © All rights reserved. | CoverNews by AF themes.