3 Srikandi Gowes Blusukan Bareng ke Serang Baru, Bekasi

CIBARUSAH – Demi selalu sehat dan bugar, 3 Srikandi pesepeda asal Jakarta dan Bekasi coba gowes bareng blusukan ke wilayah Serang Baru, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat pada Jumat, (11/6) kemarin.

Blusukan dimulai dari Pasar Berkah Griya Cikarang, Cibarusah

Gowes blusukan dimulai dari Pondok Bude yang ada di Pasar Berkah Griya Cikarang, Cibarusah. Ketiga Srikandi itu sengaja memboyong 3 unit sepeda lipat dengan mobil dari kediaman Efi Rifiyanti di bilangan Pulogebang, Jakarta Timur. Berangkat pukul 8 pagi, Efi bersama Fetty Hendharty meluncur menuju Jatiasih, Bekasi untuk menjemput Rini Kurniasari.

Baca juga: Unik dan Bersejarah, Ini 3 Top Jembatan di Bekasi yang Wajib Dikunjungi

3 Srikandi gowes blusukan menyusuri jalan bervariasi

Sesampainya di Cibarusah, matahari sudah tinggi. Namun, ketiga Srikandi ini masih tetap pada tujuannya untuk gowes blusukan menuju Situ Leungsir dan Sasak Mare, dua lokasi wisata yang berada di wilayah Serang Baru, Bekasi tersebut. Efi, Fetty dan Rini mengawali gowes blusukan dengan tujuan Situ Leungsir atau yang juga dikenal dengan Rawa Jelot.

Melewati rindangnya pepohonan, membuat gowes tak terasa panas

“Kalau lihat di maps, dari Griya Cikarang ke Setu Leungsir cuma berjarak 6 km saja dan bisa ditempuh dengan waktu 10 menit. Buat saya, ini nggak seberapa atau terlalu dekat,” ujar Efi yang terbiasa gowes dengan rute jauh.

Tujuan pertama, Situ Leungsir atau Rawa Jelot

Situ Leungsir atau Rawa Jelot berada di Desa Jaya Sampurna, Serang Baru, Cikarang. Untuk menuju lokasi wisata danau buatan ini, ketiga Srikandi harus melewati berbagai varian jalan. Ada jalan aspal maupun jalan beton di sebuah komplek perumahan, konblok dan tanah merah. Mereka juga menyusuri jalur yang dipenuhi pohon-pohon bambu. Sehingga, meski gowes dilakukan saat terik matahari, cuaca panas tidak terasa karena tertutup dengan rimbunnya pepohonan sepanjang perjalanan.

Sempatkan pose di rerimbunan pohon bambu

Tak lama kemudian, 3 Srikandi alumnus SMP Negeri 198 Jakarta Timur itu pun finish di Rawa Jelot. Saat itu, suasana situ sedang sepi. “Biasanya kalau rame Sabtu dan Minggu. Banyak pegowes yang beristirahat di rawa,” ungkap Teh Leni, pemilik J-Lot Cafe.

Beristirahat dan bersantai di Cafe J-Lot
Racikan Jahe, Sereh, Kayu Manis dan Madu, minuman khas Rawa Jelot

Kedatangan 3 pegowes di Jumat siang itu, Teh Leni pun menawarkan beberapa menu andalan dari J-Lot Cafe, antara lain minuman khas J-Lot, yakni racikan Jahe, Sereh, Kayu Manis dan Madu. Untuk mendapatkan minuman khas ini, kita hanya menggantinya dengan uang Rp. 7.000,- saja. “Enak, minuman jahenya, habis gowes terus minum racikan jahe, badan langsung seger lagi, nggak berasa capek,” tutur Rini.

Situ Leungsir, wisata danau buatan di Serang Baru

Cukup lama juga tiga Srikandi ini berlama-lama di Rawa Leungsir. Sekitar pukul 13.00 wib, ketiganya beranjak untuk melanjutkan blusukan dengan lakukan gowes menuju lokasi wisata kedua, yaitu Sasak Mare. Sasak Mare merupakan jembatan dengan baluran warna-warni yang saat ini sedang viral di jagad maya. Jembatan gantung ini menawarkan lingkungannya yang dikelilingi oleh persawahan yang hijau. Jembatan ini berada di Kampung Cisaat, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Foto Selfie Makin Keceh Dengan Latar Belakang Destinasi Ngetop di Bekasi

Menikmati keindahan dan kemegahan Sasak Mare
Hijaunya persawahan dimanfaatkan sebagai lokasi foto

Ketiga Srikandi yang juga dengan hobi foto-foto ini pun memanfaatkan lokasi jembatan warna-warni dan cantiknya lahan sawah yang terlihat sudah mulai berbuah padi itu. “Cantik banget! Susasananya pedesaannya kental banget,” kagum Efi. Efi pun langsung sibuk berswafoto untuk menunjukan kepada Tri Ratmoko, suaminya yang juga hobi gowes jarak jauh.

Bangga bisa gowes blusukan ke Sasak Mare yang sedang viral

Baca juga: Seblak, Kuliner Ringan Buat Penyuka Sensasi Pedas

Gowes blusukan ke dua lokasi wisata gratis yang ada di wilayah di Serang Baru ditutup dengan gowes pulang menuju Pondok Bude. Sesampainya di warung yang menjual Mie Ayam dan Seblak itu, ketiga Srikandi disambut hujan deras. Saat turun hujan adalah waktu yang tepat untuk menikmati Mie Ayam dan Seblak buatan Pondok Bude. Segar… (TR/TB)

 

 

 

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright TopBekasi.ID © All rights reserved. | CoverNews by AF themes.