Ditolak Kencan, Kakek Soko Bunuh Perempuan Penghibur dengan Sadis

Ditolak berkencan, kakek Soko naik pitam dan habisi korban. Foto: Ilustrasi Pembunuhan

WONOGIRI – Seorang kakek bernama Soko menghabisi perempuan selingkuhan-nya dengan kejam. Modus sementara disebut, sang perempuan ogah diajak berkencan.

Soko (59) menghabisi korbannya di rumahnya sendiri di Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri , Jawa Tengah.

Setelah kalap membunuh dengan sadis, Soko melarikan diri ke Surabaya. Tim Resmob Polres Wonogiri bersama Polrestabes Surabaya meringkus kakek pembunuh ini di depan Stasiun Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Kasus pembunuhan di Wonogiri ini cukup kejam. Si wanita mayatnya ditemukan bersimbah darah hingga awalnya sulit dikenali.

Bahkan warga sempat menduga, korban saat itu adalah Soko sendiri, sebagai pemilik rumah.

Polisi pun demikian. Namun sebagaimana dijelaskan Paur Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, identitas korban baru diketahui setelah diotopsi di RS.

Baca Juga: Gedung Juang Tambun Nan Megah, Saksi Sejarah Bekasi yang Heroik

Korban diketahui bernama Karmila (39) yang bekerja sebagai wanita penghibur dibilangan Pasar Purwantoro. Diduga, Karmila merupakan selingkuhan pemilik rumah tersebut.

Iwan mengatakan, pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan satu buah handphone milik korban yang dibawa pelaku.

Pembunuhan sadis ini dilakukan Soko pada Minggu (27/6). Mayat korban pertamakali ditemukan SND (50) yang merupakan istri siri pelaku yang pagi itu baru pulang dari kediaman orang tuanya.

Baca Juga: Nyarap Yuk ! Ini Dia Top 10 Ketupat Sayur Padang di Bekasi

“Tersangka membunuh korban dengan menikamnya sebanyak delapan kali dengan menggunakan satu buah sabit,” ujar Paur Humas Polres Wonogiri Aipda Iwan Sumarsono kepada Kompas.com, Senin (28/6/2021).

Dikasih 300 Ribu Tapi Ogah Berkencan

Dari pengakuannya, Soko menghabisi korban dalam pengaruh minuman keras. Kala itu korban menolak diajak kencan padahal pelaku sudah memebri uang Rp.300 ribu. Soko pun menjadi kesal atas penolakan tersebut.

“Untuk sementara, pembunuhan di Wonogiri ini bermotif pelaku kesal karena korban menola diajak berkencan,” jelas Paur Humas Polres Wonogiri Aipda Iwan Sumarsono, Senin (29/6/2021). Korban ditikam sebanyak delapan kali menggunakan sabit.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright TopBekasi.ID © All rights reserved. | CoverNews by AF themes.