Graha Auto Classic Cikarang Pimpin Komunitas Motor Beranggotakan Mantan Preman di Bandung

BEKASI  – Layaknya Hells Angels, salah satu geng motor yang ditakuti di Amerika. Ternyata, di Bandung pun ada klub motor lokal yang semua anggotanya adalah para mantan penjahat dan pecandu narkoba…

Baca juga: Gurih Banget, Ini Top 15 Rumah Makan Padang di Bekasi

Jangan kaget, jika Anda mendapati anggota klub motor yang berpenampilan Bikers dengan berbagai atributnya, ditambah lagi rambut gondrong dan tubuh penuh tatto lalu lalang di kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat. Mereka adalah anggota Begundal Hijrah yang bermarkas di Jl. Dago No. 263, Bandung. Penampilan mereka memang seprti itu, dikarenakan mereka adalah orang-orang yang pernah menggeluti dunia kelam atau hitam.

Anggota Begundal Hijrah berasal dari ‘orang-orang jahat’ yang insaf

Begundal Hijrah adalah komunitas sepeda motor di Bandung yang semua anggotanya pernah mengalami masa kelam dalam hidupnya. Mereka berasal dari anak-anak jalanan, terdiri dari mantan penjahat/preman, mantan pecandu narkoba, musisi jalanan, gangster dan lain sebagainya. Begundal Hijrah mewadahi mereka semua yang berniat hijrah dari kegelapan menuju ke jalan yang terang dan lurus.

Baca juga: Kabar Buruk! Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Terpapar Covid-19 Saat Gencar Tangani Covid-19

“Begundal Hijrah berdiri sejak dua tahun lalu, tepatnya pada 30 Januari 2019. Saat ini, kami punya sekitar 150 anggota pria dan wanita. Begundal Hijrah diperkuat dengan penyebaran chapter di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Garut, Bogor, Cianjur, Karawang, Bekasi, Sumedang, Tasikmalaya, Palembang, Medan, Makassar, Jawa Tengah, Bali dan daerah lainnya,” terang Rian yang kerap disapa Barko, Ketua Begundal Hijrah.

Beranggotakan ratusan member penyuka motor kustom

“150 members itu baru di Bandung saja. Jadi, kalau ditambah dengan member yang ada di beberapa chapter, total keseluruhan mencapai lebih kurang 300 anggota,” tambah Bro Barko. Lebih lanjut Bro Barko mengatakan, meski diawali dari komunitas motor, namun tidak semua anggotanya dari klub motor, ada beberapa dari musisi jalanan, gangster, eks preman, eks napi dan lain-lain. “Kita akan menerima anggota apapun latar belakangnya,” tukasnya.

Baca juga: Mau Mahir Olahraga Dayung? Kalimalang Bekasi Tempatnya

Salah satu yang berjasa dalam perjalanan hijrah Begundal adalah Jhonta Herry Padmono. Pemilik Graha Auto Classic Cikarang ini mengangkat ratusan anak jalanan di Bandung dari dunia kelam menuju kehidupan yang lebih baik dan manusiawi serta terpandang di mata masyarakat. “Kehidupan yang kelam yang pernah dijalani semua anggota Begundal ini seperti kilas balik dalam kehidupan saya,” ungkap Herry Graha Auto Classic.

Jhonta Herry Padmono (foto tengah), Papih Asuh anggota Begundal Hijrah Bandung

“Dulu, saya juga pernah nakal dan jadi preman, saya pernah merasakan hal seperti itu. Ini seperti kilas balik dalam kehidupan saya. Makanya saya mencoba menjadikan mereka menuju ke jalan yang lurus dan kehidupan Islami,” kenang Bro Herry yang didaulat oleh anak asuhnya sebagai Penasehat di Begundal Hijrah. Herry sendiri masih punya rencana untuk mendirikan sebuah komunitas perempuan yang anggotanya berasal dari mantan perempuan nakal, PSK dan wanita korban narkoba.

Sebagai Bikers yang sedang melakukan perubahan hidup dengan berhijrah, banyak kegiatan yang kerap dilakukan anggota Begundal Hijrah, seperti dakwah on the street. Yaitu melakukan menyiarkan dakwah dengan rolling thunder keliling kampung atau kota. Dengan dakwah ini, Begundal Hijrah menjumpai saudara-saudaranya yang masih menggeluti dunia yang kelam. Mengajak mereka untuk bersama-sama belajar hijrah, yang tujuannya agar bisa saling mengingatkan satu sama lainnya.

Mudzakarah atau Khalaqah Qur’an dan khidmat masjid kegiatan rutin Begundal Hijrah

Tak hanya itu, Begundal Hijrah juga selalu melakukan pengajian rutin setiap Kamis malam dan giatkan khidmat masjid setiap Jumat, serta Mudzakarah atau Khalaqah Qur’an. Banyak anggota yang antusias dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Begundal Hijrah. “Karena program yang kita adakan bukan hanya mengaji saja, tetapi juga mengarahkan mereka kepada usaha-usaha kreatif seperti pelatihan servis HP, agar selaras antara ngaji dan juga ngejo (istilah Sundanya),” tutur Bro Barko.

Menurut Bro Barko, hampir semua anggota merasakan berbagai perbedaan. Sering menemukan banyak keanehan, namun banyak pula tantangan serta hinaan yang sering dialami. Namun, semua itu tidak menyurutkan semangat kami untuk terus berhijrah, semua cobaan dan ujian ini justru membuat kami bisa saling menguatkan untuk saling istiqomah.

Semua cobaan dan ujian menguatkan Begundal Hijrah untuk saling istiqomah

Hijrah menuju jalan yang lurus butuh sebuah proses, semuanya tidak instan. Yang tidak kuat dengan cobaan, saat itu pula mereka akan putar balik alias nggak sanggup. “Seperti saat dulu kita juga nggak langsung mutlak nakal, berawal dari coba-coba, akhirnya ketagihan dan jadi pecandu. Nah sekarang, semua itu kita balik saja ke fase hijrah. Yang awalnya cuma coba-coba hijrah, akhirnya jadi terbiasa bahkan kecanduan. Kalau tidak ibadah, sepertinya ada yang kurang atau bahkan tidak tenang,” tutupnya. (TR/TB)

 

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright TopBekasi.ID © All rights reserved. | CoverNews by AF themes.