Bupati Bekasi Tegaskan Kasus Covid Turun Drastis, Tapi Jangan Gembira Dulu Tetap Waspada!

CIKARANG PUSAT – Kabar gembira dating dari pusat pengendalian Covid-19 di Indoesia. Kasus Covid telah menunjukkan penurunan drastis. Di Bekasi, Pejabat Bupati Bekasi Dani Ramdan mengajak warga tak bergembira berlebihan, melainkan tetap waspada.

“Semua pihak agar waspada dan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik agar kasus Covid-19 tidak kembali naik,” ujar Dani Ramdan.

Soal sikap menghadapi Covid-19 terkini ini disampaikan Bupati Bekasi saat bersilaturahmi dengan ormas dan LSM se-Kabupaten Bekasi bersama jajaran Forkopimda di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Komplek Pemkab Bekasi Cikarang Pusat, Sabtu (04/09/21).

Sebagai diketahui, kasus Covid-19 meningkat tajam usai libur Lebaran 2021. Pada Juni-Juli kasusnya sangat mengkhawatirkan. Angka kasus positif perhari tembus hingga puluhan ribu.

Baca Juga: Lagi Seru Bahas Kota Paling Panas di Indonesia, Bekasi Masuk 4 Besar Lho!

Sejak pertengahan Agustus 2021, angka ini menurun mulai dari puluhan ribu ke belasan ribu dan kini ribuan. Data terbaru pada Sabtu, 4 September 2021, angka penambahan kasus positif Covid-19 adalah 6.727 kasus.

Kata Bupati Bekasi, kegiatan silaturahmi tersebut menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo, yang meminta seluruh kepala daerah untuk menjaga masyarakat agar tidak euforia menyikapi turunnya kasus Covid-19.

Presiden khawatir jangan sampai euforia menyebabkan munculnya ledakan kasus baru seperti yang terjadi di Amerika, Jepang dan Israel.

“Karena itu, saya harus menggalang semua elemen masyarakat, baik ormas, LSM, dunia usaha, akademisi dan media, untuk ikut membantu menjaga pengendalian kasus Covid-19, dengan mengedukasi dan mengajak masyarakat agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan,” kata Dani.

Baca Juga: Memburu Toge Goreng, Kuliner Tradisional yang Mulai Langka di Bekasi

Dani Ramdan mengungkapkan, turunnya kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi secara drastis, bukan hanya upaya pemerintah daerah, tapi karena ada peran serta dari seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas dan LSM.

“Ormas dan LSM juga telah membantu kami dengan caranya masing-masing, seperti bagi masker, bagi sembako, edukasi, bahkan mengkritisi kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19. Itu juga sangat membantu kami,” terangnya.

Dani Ramdan berharap, ormas dan LSM agar bisa kembali menggerakkan para anggotanya untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di area publik dan pada kegiatan-kegiatan publik.

“Memakai masker harus menjadi keseharian kita. Kemudian vaksinasi akan terus dipercepat minimal 80 persen, dan bagi yang sakit (positif-red) harus diisolasi secara terpusat,” tegasnya.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright TopBekasi.ID © All rights reserved. | CoverNews by AF themes.