FBR Prihatin Oleh Kasus Prostitusi Anak Bawah Umur di Pulogebang, Siapkan Program “Jaga Kampung”

FBR

CAKUNG, JAKTIM – Polisi membongkar prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Maksiat yang terjadi di markas besar Forum Betawi Rempug (FBR) di wilayah Cakung ini membuat Ketua Umum FBR KH Lutfie Hakim sangat prihatin. FBR siap menggulirkan program “Jaga Kampung”.

Warga Pulogebang Cakung dibuat kaget dengan terkuaknya kasus prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur di apartemen Sentra Timur, Pulo Gebang, Jakarta Timur. Apartemen ini hanya berjarak beberapa ratus meter dari kantor Walikota Jaktim dan sekitar 1 Km dengan kantor Polsek Cakung.

Polda Metro Jaya membongkar praktik prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur ini berdasarkan laporan salah satu orang tua korban berinisial MF (17). Kepada polisi, ia mengaku sang anak tak kunjung pulang setelah izin bermain bersama temannya pada awal September 2021.

Dari informasi dan alat bukti tersebut, tim kemudian bergerak dan melakukan penggerebekan. Ditemukan tiga anak dibawah umur dalam apartemen tersebut, yakni MF (17), AJ (17), serta SIR (16) yang diduga menjadi korban eskploitasi seksual.

Baca Juga: Jika Ngalong di Bekasi, Jajal Nasi Uduk Mantap di Indoporlen-Tambun, Semur Jengkolnya Top Banget!

Disebutkan, ada beberapa joki yang menawarkan anak dibawah umur dalam praktik prostitusi online tersebut yang berinisial MH (17) dan DZH (17).

Dihubungi pada Kamis (6/10/2021), KH Lutfi Hakim menjelaskan, pihaknya siap membantu aparat untuk menjaga wilayah Jakarta khususnya Cakung, bersih dari kegiatan maksiat. Program “Jaga kampung” akan membedakan organisasi FBR dengan yang lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, program Jaga Kampung bertujuan untuk memaksimalkan peran organisasi FBR dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bertanah air.

Baca Juga: Situ Cibereum: Paket Lengkap Wisata Air di Bekasi, Tempat Ngadem di Hadapan Danau

“Merebaknya dunia “maksiat”, semisal prostitusi online, dalam kehidupan masyarakat tak luput dari perhatian organisasi FBR sebagai wujud dari tanggung jawabnya untuk berperan aktif membangun masyarakat,” tegas Ketua Umum FBR KH Lutfi Hakim.

Melalui program Jaga Kampung ini, kata KH Lutfi Hakim, FBR melakukan kegiatan-kegiatan yang masif untuk mengantisipasi tumbuh dan berkembangnya dunia maksiat. Antara lain, melalui pengajian, olah raga dan siskamling. “Mengenai siskamling, biasanya anggota FBR bersinergi dengan pengurus RW/RT setempat,” tandasnya.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright TopBekasi.ID © All rights reserved. | CoverNews by AF themes.