GAC Cikarang Bernostalgia Balap Bareng Komunitas Motor Klasik di Ancol

Cikarang – Meski riding dengan motor-motor lawas dari Cikarang menuju Ancol butuh waktu 5 jam, namun, niat Tim GAC Cikarang untuk bernostalgia dengan komunitas motor klasik telah terlaksana…

Demi menghadiri acara para penyuka balap motor klasik bertajuk Nostalgia Balapan yang dihelat di Ancol, Jakarta (18 dan 19 Maret) kemarin, Graha Auto Classic (GAC) Cikarang mengerahkan enam unit motor lawasnya, yakni BSA 500 tahun 1953, Royal Enfield Classic 500, Zundapp 250 buatan 1956, Puch TL tipe langka produksi 1951, DKW 125 lansiran 1955 dan BSA 350 keluaran 1952.

Tim Graha Auto Classic Cikarang riding ke Ancol untuk bernostalgia

“Sabtu (19/3), kami berangkatkan 6 motor dengan 7 personel dari Cikarang pukul 02.00 wib, dan sampai Ancol sekitar jam 07.00 wib. Kami sengaja start pada dini hari karena untuk menghindari macet selama perjalanan. Maklum lah motor tua agak manja, biar enggak mogok atau hal-hal yang tidak kita inginkan di jalan,” kata Jhonta Herry Patmono, Owner GAC Cikarang.

Baca juga : Herry GAC Ajak Sunmori Sambil Nikmati Kuliner Laut di Pantai Muara Bungin

Ternyata, perjalanan menuju Ancol mendapat kendala, yakni terjadinya insiden kecelakaan yang dialami BSA 500 1953 yang ditunggangi putra pertama dari Herry GAC, yakni Jhonsi Rhenza Meidhaza. “BSA 500 yang dibawa Rhenza ditabrak motor BeAT di daerah Kelapa Gading,” ungkap Herry GAC.

Terjadi insiden, BSA 500 1953 yang ditunggangi Rhenza ditabrak BeAT di kawasan Kelapa Gading

“Alhamdulillah, Rhenza tanpa luka. Yang parah justru yang nabrak. Orangnya luka-luka dan motornya rusak parah enggak bisa dikendarai lagi. BSA 500 cuma alami lecet-lecet. Itulah motor produksi England, meski lawas tapi luar biasa tangguh. Beda banget sama motor-motor baru buatan Jepang atau negara lainnya,” bangga Herry GAC.

Baca juga : Otak-Otak Rengasdengklok Bikin Baper Dua Bikers Motor Klasik

Ternyata, dari insiden itu, Honda BeAT membentur mesin tepatnya bagian silinder head dari BSA 500 1953. Hal ini jadi mempengaruhi power dari BSA 500. “Untungnya, dari Kelapa Gading ke Ancol enggak terlalu jauh. Tiba di Ancol, BSA 500 yang mengalami kebocoran pada kompresi langsung dibongkar oleh mekanik yang memang ikut dalam riding ini. Dan, BSA 500 pun kembali sehat dan aman untuk dibawa kembali pulang,” ujar Bikers yang juga hobi berburu ini.

Kehadiran Tim GAC Cikarang disambut hangat oleh Mongols MC Indonesia

Tiba di sirkuit balap motor klasik Ancol, Tim Graha Auto Classic Cikarang pun disambut oleh para Bikers dari klub dan komunitas motor klasik yang hadir dan ikut dalam kompetisi balap tersebut. Sambutan hangat dilakukan oleh Ronny Setiawan, President dari Mongols MC Indonesia. Ronny bersama members Mongols MC Indonesia lainnya menyambut Tim GAC Cikarang.

Herry GAc bangga dapat bernostalgia di sirkuit Ancol yang pernah ngetop di era 70-an

“Senang sekali bisa hadir di acara ini. Kita bisa bernostalgia dan bertemu dengan para Bikers motor klasik. Setting sirkuit balap yang pernah ada di Ancol di era 70-an membuka kesan dan rasa rindu sama balapan yang pernah ada di sirkuit Ancol dulu. Pokonya mantap deh!” pungkas Herry GAC. (TR/TB)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright TopBekasi.ID © All rights reserved. | CoverNews by AF themes.