Berkat Pedekate Dua Sahabat Ini, Banyak Preman Jadi Tobat

Cikarang  – Mengajak atau meyakini orang jahat agar menjadi baik butuh pengalaman dan latar belakang yang setidaknya pernah mengalami hidup dalam dunia hitam. Inilah yang telah dilakukan oleh dua sahabat, Jhonta Herry Patmono dan Agus Sulistyo Budi.

Kedua sahabat yang sama-sama lahir di Klaten, Jawa Tengah ini adalah pentolan dan pengurus komunitas yang beranggotakan para penjahat dan preman yang sudah tobat dan insaf untuk menjadi orang baik. Jhonta Herry Patmono yang akrab disapa Bro Herry GAC adalah Pembina dan Penasehat di Begundal Hijrah yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat. Sedangkan Agus Sulistyo Budi atau Om Sulis adalah Ketua Umum Brigade Umar bin Khatab (BUK) yang berpusat di Klaten.

Agus Sulistyo Budi (kiri) dan Jhonta Herry Patmono (kanan), dua sahabat yang bikin para preman insaf

Sebagai Pembina dan Penasehat Begundal Hijrah, pria yang lahir di Klaten, 24 September 1973 ini punya niat mulia dengan menjadi Bapak Asuh ratusan mantan preman, mantan pecandu dan anak jalanan di Bandung dengan mengajak mereka hijrah dari kegelapan menuju ke jalan yang terang atau lurus. “Saya mencoba untuk mengembalikan mereka yang tersingkirkan dari masyarakat dan mengajak mereka menuju kedupan Islami,” terang Owner Graha Auto Classic (GAC) Cikarang.

Begundal Hijrah berdiri pada 30 Januari 2019. Saat ini, komunitas para mantan ‘orang jahat’ ini diikuti lebih kurang 150 anggota pria dan wanita. Begundal Hijrah diperkuat dengan penyebaran chapter di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Garut, Bogor, Cianjur, Karawang, Bekasi, Sumedang, Tasikmalaya, Palembang, Medan, Makassar, Jawa Tengah, Bali dan daerha lainnya.

Begundal Hijrah, mantan preman tobat yang hijrah ke jalan Islami

Banyak aksi sosial dan kegiatan positif yang telah digiat oleh Begundal Hijrah, seperti  Razia Lapar, yakni bagi-bagi nasi bungkus kepada masyarakat yang membutuhkan. Begundal Hijrah juga mengajak Bikers atau anak-anak muda nongkrong di pinggir jalan dengan acara Bincang Ringan Seputar Islam dan Kehidupan (BRISIK), ada pula program Masyarakat Bertoubat (Masberto). BH juga memiliki divisi bisnis, seperti Saranx Begundal, yakni bengkel custom motor, Warung Bikers serta percetakan dan sablon.

Jejak Bro Herry GAC diikuti oleh Om Sulis, sahabatnya yang juga kelahiran Klaten 49 tahun silam. Pria yang mengoleksi beberapa mobil antik seperti Willys, GAZ serta motor antara lain Harley-Davidson WL, DKW Union dan BSA Salur itu, saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Brigade Umar bin Khatab (BUK). Lewat BUK, lelaki yang pernah keluar masuk penjara tersebut mengumpulkan para preman, bajingan untuk kembali kejalan yang benar.

Perlahan tapi pasti, beberapa preman mulai bertobat dengan jalani shalat 5 waktu dan ikut pengajian

“Sebelum hijrah, saya dengan teman-teman pernah merasakan hidup dalam dunia maksiat. Kami dulu sering melakukan pemalakan dan mabuk-mabukan di lokalisasi maupun diskotik. Setelah sadar, saya berupaya untuk mengajak para preman tersebut untuk bergabung bersama di komunitas yang saya dirikan,” ungkap Om Sulis.

Satu persatu, para preman tersebut didekati oleh Om Sulis untuk diajak bertobat. Meski demikian, para preman tersebut masih ada yang belum bisa diajak bergabung dengan alasan malu. Perlahan tapi pasti, usaha Om Sulis pun berhasil meyakinkan para preman dan pemabuk untuk bertobat menuju jalan yang benar.

Brigade Umar bin Khatab yang beranggotakan para mantan preman dan pemabuk di Klaten

Misi utama Brigade Umar bin Khatab adalah mengIslamkan para preman, penjahat dan pemabuk menuju Islam yang sempurna. Untuk itu, Sulis menanamkan kepada anggotanya itu untuk melaksanakan shalat 5 waktu. “Awalnya, mereka masih punya rasa malas untuk diajak shalat maupun ikut pengajian. Namun, lama-lama mereka sadar dan mau melakukan shalat wajib dan mengikuti pengajian,” ungkap Sulis.

Sekali dalam sebulan, Brigade Umar bin Khatab mengadakan turing sosial dengan mengunjungi rumah atau yayasan yatim piatu untuk memberikan bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai dan kebutuhan pokok lainnya. Tak hanya yatim piatu, Brigade Umar bin Khatab juga menyambangi kaum dhuafa seperti para tukang beca, janda-janda tua dengan membagikan beras sekali seminggu.

Om Sulis dan Bro Herry GAC punya cara khusus ajak preman dan penjahat untuk tobat

Ada persyaratan khusus untuk bisa menjadi anggota Brigade Umar bin Khatab. “Kami hanya menerima anggota yang benar-benar pernah menjadi preman alias mantan preman. Karena kami disini mau dandani preman bukan wong apik,” tegas Sulis.

“Cara saya untuk meyakinkan para preman/penjahat, pecandu, anak jalanan atau para begundal lainnya itu adalah dengan mengatakan kepada mereka bahwa hidup itu ada batasnya. Jadi, janganlah kita mati sebelum bertobat,” tutup Bro Herry GAC. Salut! (TR/TB)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright TopBekasi.ID © All rights reserved. | CoverNews by AF themes.